2 minggu mengajar,Seumur hidup terkenang

Semua orang pasti merasakan bagaimana mendidik anak-anak umur balita,rasanya suka dan duka pasti menghampiri,akan tetapi semua itu tak menyurutkan semangat untuk terus mengajarkan hal- hal baik dan budi pekerti yang luhur karena memang mereka semua generasi penerus bangsa ini.Dan ini ku alami ketika tugas akhir masa studiku di sebuah pondok pesantren yang berada di bawah kaki gunung ciremai yang berada di kab.Kuningan Provinsi Jawa Barat,seluruh kelas 3 Aliyah atau temen-temen bisa menyebutnya 3 SMA wajib mengikuti sebuah acara yang di konsep sedemikian rupa sehingga bernama PPM(Praktek Pengenalan Masyarakat)mungkin kalo di dunia perkuliahan di sebut dengan KKN(Kuliah Kerja Nyata).

Kami tarbagi kedalam beberapa kelompok dan alhamdulillah aku bersama 12 orang tema lainnya yakni Lukman Farhin, Sunarya, Ikna Mubarok ,Ihsan ,Amrul ,Septian , Galih, Nain, Rib’i, Dampey, Dendi dan aku mendapatkan Desa Sukamaju yakni tepatnya di Kec.Cibingbin Kab.Kuningan Provinsi Jawa Barat.

Kondisi geografis di Kec.Cibingbin lumayan menyengat karena memang jauh dari pegunungan berbeda dengan wilayah kuningan lainnya contohnya saja Kec.Jalaksana.Cibingbin mirip-mirip dengan Kota Cirebon kayaknya.Cuman cibingbin ini berada di antara bukit-bukit pantai selatan berbeda dengan cirebon yang berada di pantai utara.Kalo kita jalan terus ke arah timur mentok dengan perbatasan dengan Jawa Tengah.

Aku bersama teman-teman tinggal bersama penduduk selama 2 minggu dan melaksanakan seluruh agenda yang telah di tentukan,PPM kali ini pertama kali diadakan pada bulan ramadhan.Dan baru angkatan kami yang melaksanakannya kalau sebelum-sebelumnya di adakan pada bulan Desember tepatnya pada liburan semester 1,akan tetapi karena banyak masukan dari para warga untuk diadakan pada bulan ramdahan akhirnya pihak pondok menyetujuinya.

Acara pesantren kilatpun diadakan di SD 1 Sukamaju dan aku bersama Ikna mubarok mendapatkan pembagian kelas yakni kelas 2 SD.Pengalaman mengajar memang menyenangkan kadang kala susah dan kadangkala senang.Dan yang paling mengharukan adalah ketika mreka semua(murid) meberikan surat perpisahan kepada kami berdua pada saat kami akan kembali ke pondok.Mereka semua ada yang menitikan air mata bahkan tidak sungkan-sungkan memeluk kami berdua dengan pelukan yang sangat erat.Ada juga yang tidak sungkan-sungkan mengiring kami ketika keluar dari pintu gerbang sekolahan tersebut.

Pengalaman memang tidak bisa di beli dengan uang atau materi yang lainnya,aku belajar dengan seorang anak kecil yang menatap cerah masa depannya dengan canda dan tawa.betapa mudahnya bagi mereka dengan kehidupan dan masih unyu-unyu juga.Sampai saat ini pengalaman tersebut masih aku kenang hingga saatnya memori otak tidak mampu lagi menyimpannya.Partner aku juga yang telah mengenyam pendidikan tinggi menjadi Dokter Gigi serta aku yang sedang meniti karir di dunia kepublikan.Semuanya sekarang sibuk dengan kesibukannya masing-masing mengukir sejarah ataupun pengalaman yang mampu menginspirasi banyak orang atau demi masa depan yang lebih cerah.Semua orang punya mimpi dan dengan mimpi tersebut orang memiliki tujuan yang jelas mau dibawa kemana masa depannya kelak..

Sobat jangan sungkan untuk menuliskan pengalaman temen-temen semua disini,karena pada hakekatnya ingatan saja tidak cukup pasti akan lupa dan lupa.marilah sobat untuk berbudaya menulis jangan sungkan-sungkan share dengan saya.Ini ceritaku, mana ceritamu .terimakasih
Comments
0 Comments

0 komentar: