Berkunjung kemakam para Raja di Imogiri


Tanggal 23 desember kami semuanya mengunjungi sebuah situs purbakala peninggalan zaman kerajaan mataram ,yang hingga kini masih sangat terawat serta terjaga dengan baik.Situs tersebut masih menyimpan kenangan masa lalu serta kejayaan pada masa lampau.Hingga kini masyarkat sekitar masih meyakini bahwa sultan agung merupakan sosok yang sangat terpandang dikalangan masyarakat serta masih menjadi idola hingga kini.

Bertepat disebuah bukit di Imogiri,para sultan-sultan terdahulu dimakamkan ditempat tersebut,dan uniknya seluruh pengunjung diwajibkan untuk memakai pakaian adat khas jawa yakni selendang,baju,dan belangkon.Karena hal itu wajib,maka para pengunjung  mau tidak mau harus memakai pakaian tersebut.Uang sewanya relative murah bagi wisatawan kelas menengah kebawah apalagi mahasiswa sukanya yang murah-murah,hanya merogoh kocek tidak terlalu dalam Cuma Rp.6000,- kita sudah bisa masuk kekomplek makam para pahlawan.Pakaian tersebut hanya untuk kalangan pria namun untuk kaum wanita menimbulkan keganjilan bagi diri pribadi terutama sang penulis.Tapi,yang sangat mengganjal dipikiran saya adalah kenapa bagi kaum wanita harus memakai selendang yang tidak menutupi seluruh auratnya?Padahal hal itu sangat penting untuk menjaga kehormatan serta menjaga wanita tersebut dari fitnah-fitnah yang sewaktu-waktu bisa datang kapan saja.

Bukankah waktu kerajaan mataram lahir sudah sangat kental dengan agama islam meskipun bercampur dengan adat-adat setempat,akan tetapi kenapa hingga saat ini adat yang kemiripan dengan budaya agama lain masih sangat kental .Meskipun Raja Agung memiliki jiwa toleransi yang tinggi dengan dibuktikannya beberapa symbol-simbol dari agama lain yakni ada sebuah gentong di depan gapura menandakan bahwa itu adalah budaya Islam,lalu ada lonceng yang menandakan bahwa hal tersebut merupakan budaya kristen,dan lain sebagainya.

Bagi penulis sendiri sejak mengunjungi sebuah situs tersebut memiliki banyak arti dari sebuah perjuangan para pendahulu kita,dan hingga kini para pahlawan tersebut masih dikenang serta masih sering di kunjungi bagi khalayak orang.Namun apakah unsur mistik masih bisa diterima hingga kini?rasanya sesuatu tersebut masih mengganjal dipikiran saya,Saya takut terjerumus dengan perbuatan yang menyekutukan Allah karena dosa tersebut sangat besar dan tidak akan diampuni.Kental sekali memang ketika memasuki sebuah situs para makam raja mataram.Dalam hal ini,kuburuan yang sejatinya bagi manusia yang sudah meninggal dan tidak boleh mendirikan bangunan rasanya tidak berfungsi lagi bagi daerah tersebut bahkan sudah tidak berlaku lagi.Bangunan diatas kuburan serta lumayan megah masih berdiri dikomplek kuburan para raja mataram..

Mungkin itu saja cerita dari saya sob,jika ingin berkunjung ke makam tersebut siapkan fisik yang kuat atau mendingan pake celana yang kendor saja conthnya training biar agak ringan.Sebelum kemakam tersebut mau tidak mau harus melewati beberapa ratus anak tangga gak sedikit memang.karena posisi tempat kuburan para raja tersebut terletak diatas bukit jadi wajar saja…

Comments
0 Comments

0 komentar: