Proyek abadi Jalan Pantura

Berita hangat yang belakangan menjadi trending topic di media-media masa baik media cetak ataupun media elektronik yakni proyek abadi jalanan pantura, tidak tanggung-tanggung seperti yang kita ketahui bahwa setiap menginjak bulan puasa ataupun mendekati lebaran, proyek yang kita kenal dengan proyek jalan pantura tidak pernah usai tiap tahunnya,kemacaten yang sering terjadi akibat dari pengerjaan proyek hingga jalanan buka tutup kerap kali dilakukan.

kementrian PU dalam hal ini yang mengelola perbaikan-perbaikan jalanan sepanjang jalan pantura namun tidak henti-hentinya proyek tersebut usai, Pasalnya, proyek tersebut selalu saja dilakukan setiap tahun dengan anggaran triliunan rupiah.

Seperti yang dikatakan oleh Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), uchok Sky Khadafi menyebutkan, perbaikan Jalur Pantura sebagai proyek abadi abadi Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Kita curgai bahwa karena tiap tahun selalu itu saja yang dibangun. Ini jadi proyek kementrian Pekerjaan Umum (PU) (Okezone 22/7/13).

Jika dibandingkan dengan jalanan yang ada di jalur sumatera Utara, hal ini sangatlah kontras dengan anggaran perbaikan yang dilakukan jalanan pantura, jalanan pantura diperbaiki setiap tahun namun tidak halnya dengan jalanan yang ada di Jalur Sumatera Utara yang tidak diperbaiki setiap tahun, padahal sama saja kedua jalanan tersebut di gunakan sebagai jalur mudik.

Selain banyakanya dilalui oleh para pemudik , banyaknya kendaraan besar seperti truk dan bus atau terkana hujan juga sebagai alasan kementrian PU untuk terus memperbaiki jalan pantura setiap tahunnya hal ini bukanlah sebuah alasan tapi lebih spesifiknya menutup kesalahan yang ada. Kementrian PU harusnya serius dalam memperbaiki jalanan pantura tersebut agar tidak memboroskan anggaran yang ada, anggaran tersebut selayaknya digunakan sebagaimana mestinya karena rawan sekali terhadap penyimpangan.

Kementrian PU tidak punya perencanaan yang baik hingga Jalur Pantura harus diperbaiki setiap tahun. "Kalau ada tahapan dan perencanaan yang baik tentu tidak akan ada penyimpangan," terangnya.

Jika melihat hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), penyimpangan dari proyek jalan bisa terjadi pada ketebalan jalan, kualitas aspal, panjang dan lebar jalan. "Itu yang berpotensi dikorupsi,"

Rentang panjang Jalur Pantura yakni 1.316 kilometer melewati lima provinsi yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pada 2012, pemerintah menggelontorkan Rp1,03 triliun dan pada 2013 Rp1,28 triliun untuk perbaikan Jalur Pantura. 

Menurut Pengamat transportasi Agus Pambagio berpendapat tidak ada lagi solusi yang tepat kecuali menindak tegas para oknum 'pemain' proyek tahunan perbaikan jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). Jika Pemerintah tidak tegas, perbaikan jalan setiap tahun akan terus terjadi.

"Sudahlah, untuk jalur Pantura, pemerintah harus tegas. `Tembak-tembaki` saja yang bermain di sini. copot, ganti (pejabatnya)," ujar Agus di sela-sela diskusi bertema Keselematan Selama Mudik Lebaran di Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Pembangunan jalan, menurut Agus, sebaiknya dilakukan berkesinambungan agar kekuatan jalan lebih bertahan baik. "Selama ini setiap melakukan perbaikan jalan sepotong-sepotong. Jadi yang satu sudah rusak yang lain masih bagus. Nggak selesai-selesai, perbaikan terus."

Karena itu, ia menambahkan, pemerintah harus mempunyai peraturan untuk mengatur masalah proyek pembangunan jalan di Pantura khsususnya. "Kalau mau cepat Perpres. Sebelum itu revisi undang-undangnya," tandas Agus.

Seperti inilah realita yang ada, proyek digunakan untuk kepentingan pribadi oleh para oknum yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama, proyek ini mestinya berjalanan dengan baik apabila kepantinga para oknum tersebut tidak ada, kepentingan ini yang menyebabkan proyek menjadi jalan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, caranya mengurangi aspal, ketebalan, hingga yang lainnya. Keengganan para oknum untuk menjadi abdi masyrakat atau pelayanan masyarakat menjadi posisi mereka teramat ekslusif bekerja karena ingin memupuk kekayaan semata tanpa memperdulikan aspirasi rakyat yang ada dibawahnya..





No comments:

Powered by Blogger.