List Book on the Month

Banyak sekali artikel-artikel yang membahas mengenai manfaat membaca, karena dengan membaca seseorang mendapatkan sebuah manfaat meskipun terkadang manfaat itu tidak langsung ia dapat. majunya sebuah teknologi terkadang tidak berbanding lurus dengan bacaan seseorang dapat dilihat dari koleksi yang tersedia di kos-kosan , kontrakan dll. Jika dilihat kita tidak bisa menyalahkan karena zaman sekrang sudah berbau dengan budaya gadget, budaya yang mampu menggeser seseorang menajadi tidak fokus karena acap kali setiap detik melihat pesan masuk di smartphonenya, dan sekarang peran buku sudah digantikan dengan e-book yang bertebaran didunia maya. Hari ini adalah tanggal baru, bulan baru, ya tentunya semester baru, meskipun hari-hari kedepan akan disibukan dengan rutinitas masa orientasi mahasiswa baru, namun aku hanya ingin berbagi sedikit, list book yang ingin saya baca untuk bulan ini, mungkin diantara temen-temen ada yang sudah punya, koleksi lemari buku saya perlahan bertambah tahun semakin terisi alhamdulillah.. mudah-mudahan terus bermanfaat dan tidak bosan-bosannya dalam menempa diri untuk lebih baik lagi..

1.WAWANCARA IMAJINER DENGAN BUNG KARNO


Buku ini berisi tentang sederet kriteria yang pantas dimiliki oleh presiden Republik Indonesia (RI) ketujuh. Lewat wawancana imajiner (dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “khayalan”) dengan Bung Karno, Christianto lalu merangkum dan memaparkan hasilnya lembar demi lembar hingga setebal 368 halaman.

Namun, secara garis besar, hanya ada enam karakter terkait presiden yang layak memimpin negeri ini ke depan menurut penulis, dan tentunya wawancara imajiner dengan presiden RI pertama itu. Pertama adalah asertif (tegas), kemudian bersih, cerdas, mampu memutuskan kebijakan secara logis, dan terakhir adalah menghormati trias politika serta supremasi hukum.

2.SIMPLE LEADERSHIP DNA

An inspiring book to anyone who wants to be a great leader in his/her organization or company, based on true success stories and easily practiced. A must read book

“Seorang pemimpin boleh memiliki berbagai gaya, tapi ‘content’ akan menentukan keberhasilannya. Menurut saya ada tiga content yang perlu dimiliki seorang pemimpin yaitu ‘become a role model, keep learning, dan memiliki kepribadian yang sederhana serta tulus’. Dengan begitu, dia akan mampu menciptakan budaya kerja yang baik untuk mencapai hasil yang diinginkan. Suhartono memiliki ketiganya sehingga ia menjadi pemimpin yang berhasil sekaligus dicintai. Buku ini dapat membekali para pemimpin dan calon-calon pemimpin agar memiliki content yang baik sebagai seorang pemimpin yang berhasil.”
—T. P. Rachmat, Owner & President PT. Triputra Investindo Arya

3.ANDAIKAN AKU DAN ANDA GUBERNUR KEPALA DAERAH

Membaca buku yang ditulis oleh Bapak Prijanto, kita dapat mengetahui perjalanan beliau selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Apa tugasnya, apa yang dikerjakannya, apa cita-citanya, apa kendalanya dan apa kekesalannya

4.ETIKA PUBLIK 

Etika publik berawal dari keprihatinan terhadap pelayanan publik yang buruk karena konflik kepentingan dan korupsi.Berbagai upaya perbaikan birokrasi dan organisasi politik telah dilakukan. Komisi-komisi dibentuk, pejabat-pejabat diganti, tetapi korupsi tidak kunjung surut dan pelayanan publik memburuk. Ketika perbaikan birokrasi dan pengetatan pengawasan dilakukan tetapi korupsi tetap merajalela, berarti kesalahan berada dalam sistem organisasi itu sendiri. Hal krusial yang perlu dilakukan adalah mengubah sistem organisasi dengan mengintegrasikan etika publik ke dalam organisasi pelayanan publik.

Etika publik tidak hanya menekankan kode etik atau norma, namun juga dimensi reflektifnya. Etika publik akan membantu para pejabat dan politisi dalam mempertimbangkan pilihan sarana kebijakan publik dan sekaligus alat evaluasi yang memperhitungkan konsekuensi etisnya. Karena itu, fokus diarahkan pada modalitas etika, yaitu bagaimana menjembatani jurang antara norma moral (apa yang seharusnya dilakukan) dan tindakan faktual. Keprihatinan etika publik pada modalitas inilah yang membedakannya dari ajaran-ajaran saleh atau moral yang lain.


5. DEMOKRASI DISENSUS



Kepercayaan yang begitu besar terhadap demokrasi, yakni bahwa di dalamnya ada jalan menuju kesejahteraan, penghargaan terhadap kehidupan yang berbeda, dan saling menghargai, menjadi utopia tersendiri. Nyatanya, demokrasi yang telah lama muncul dalam risalah Yunani Kuno dan akbar saat masa modern di Eropa belum bisa membuktikan bahwa dirinya berhasil sebagai penjaga hak-hak individu dan penghargaan terhadap mereka yang berbeda.

Silang sengkarut pendapat antarindividu, bahkan antarkelompok, seringkali berujung pada pengeliminasian yang dianggap minoritas. Keputusan bersama dalam iklim mufakat digunakan sebagai lobi-lobi untuk melanggengkan mereka yang punya massa dan kuasa lebih besar, menekan mereka yang tak dominan dalam kemelut hegemoni.


6.MEREKA BESAR KARENA MEMBACA



Menurut pengarang yang seorang pustakawan terbaik tingkat asia tenggara, yang pasti sudah banyak membaca biografi atau otobiografi, dia menemukan bahwa semua orang besar tersebut merupakan kutu buku (Mungkin kurang tepat kalau menggunakan kata ‘semua’, contohnya nabi Muhammad SAW, seorang orang besar yg kemungkinan besar biografinya sudah dibaca oleh pengarang tetapi bukanlah kutu buku). Einstein, Soekarno, Hitler, Mahatma Ghandi, Moh Hatta, Barrack Obama, and banyak orang besar lainnya merupakan kutu buku. Seolah-olah menjadi kutubuku merupakan salah satu prasyarat untuk menjadi orang besar.

Coba kita bandingkan dengan Negara tercinta kita, Indonesia. Minat membaca masyarakat kita sangatlah kurang, dalam hal membaca, Indonesia berada di peringkat ke-57 dari 65 negara di dunia. Berbeda jauh dengan negara maju lainnya seperti Jepang, Jerman, Singapura dan lainnya. Ternyata ada hubungan linear antara tingkat budaya baca dengan kemajuan sebuah negara. Semakin tinggi minat baca suatu negara, semakin maju negara tersebut.

7.PEMIKIRAN POLITIK ISLAM TEMATIK


Khazanah pemikiran politik Islam telah mengalami pasang surut, dan tak jarang terjadi benturan-benturan perspektif dalam upaya mengembangkan konsep politik Islam menjadi hal penting untuk ditelusuri dan didalami agar dapat membantu terciptanya transformasi sosial dan politik sesuai dengan yang dicita-citakan oleh Islam. Hal-hal substansi dalam peta pemikiran politik Islam inilah yang menjadi fokus utama buku ini.

Dalam bunga rampai yang disunting dan disusun dengan cermat ini, pembaca akan menjumpai pembahasan isu-isu politik yang sampai sekarang ini masih kontroversial di dunia Islam, termasuk di Indonesia. Diawali dengan pemaparan konsep pemikiran Islam klasik hingga ke area modern, buku ini kemudian membahas konsep dan isu spesifik yang berkembang pada masing-masing konteks, dan dikaitkan dengan analisis teologis dan konseptual, seperti hubungan negara dengan agama, demokrasi dan Islam, analisis politik Nabi, syariah Islam dan HAM, hukum positif dan fikih dan sebagainya. Oleh sebab itu, buku ini sangat berguna setidaknya untuk dua kategori pembaca: pertama, pembaca dari kalangan akademisi (mahasiswa, dosen, intelektual) dapat menggunakan buku ini sebagai bagian dari studi pemikiran politik Islam atau siyasah Islam dan hukum Islam; kedua, bagi para pembaca awam yang tertarik dengan isu-isu politik Islam kontemporer.


No comments:

Powered by Blogger.