Jogja Berhenti "nyaman"

Tepat pukul 18.37 kereta jurusan pasar senen melaju, saya sendiri baru kedua kalinya menggunakan angkutan publik jenis ini, walaupun banyak moda transportasi lain yang menuju kampung halaman saya di jawa barat sana,tapi kemudian saya menggunakan transportasi ini karena kenyamanan dan enak untuk di nikmati.

Oiya sebelumnya saya menuliskan catatan ini lewat hape, saya mencoba merangkai kata demi kata menemani perjalanan malam ini, maklum perjalanan panjang baru di mulai dan kebetulan saya sangat menikmatinya.


Jogjakarta memang terkenal nyaman, bagi orang yang sudah mendiami jogja walaupun hanya sebentar, dan itu membekas di hati para wisatawan yang berkunjung. Menyimpan seribu cerita yang menurut banyak orang menjadikan jogja begitu istimewa. 

Bagi sebagian orang memandang jogja tempat yang harus atau kudu di kunjungi namun bagi kami orang yang sedang menepuh asa dari kampus yg ada di jogja tidak demikian. Kenap begitu?? Jogja dikala masa normal sangat nyaman dan tenang, tapi ketika masa liburan tiba-tiba jogja berubah menjadi kota sejuta kesemrawutan, bus bus pariwisata memenuhi jalanan sehingga terjadi kemacetan dimana-mana.


Jogjakarta tiba tiba berhenti nyaman dikala masa liburan tiba, dan bagi kami sangat sungkan untuk keluar dijalanan karena jalanan sangat macet.

Sekedar catatan mengiringi perjalanan menuju kediaman rumahku, rumah kedua setelah rumah untuk menimba ilmu. 
Bagaimana menurut anda??

1 comment:

  1. tetap cinta jogja mas :)
    walau macet menerjang
    panas terik memanggang hehehe
    salam kenal :)

    ReplyDelete