Kampanye oh kampanye #Pemilu2014

Kampanye itu cari perhatian, kampanye itu menjual janji-janji politik, kampanye itu mengenalkan para calon kepada masyarakat luas disamping menempelkan foto-foto besar di pinggiran jalan, dan kampanye itu kadang buat kesel sesama pengguna jalan karena kebisingan yang ditimbulkan.


Dari sekian banyak celotehan-celotehan diatas, kadang yang saya anggap risih adalah mengapa mereka semua membuat perhatian dengan suara keras knalpot motor mereka? Disamping telah bertindak seenaknya, bertindak sesuka hatinya hingga timbul keresahan, apakah mereka merasakan keresahan apa yang kami rasakan dan menimbulkan kerugian banyak orang, bukan hanya sesama pengguna jalan, tapi mungkin masyarakat sekitar yang tidak tahan dengan suara knalpot yang sangat memekakan telinga.

Coba kita bayangkan, seandainya didalam mobil ada seorang nenek-nenek yang sedang sakit, nenek itu sedang menuju rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Dilain pihak ada sejumlah gerombolan masa yang besar sedang kampanye bersama para wakil yang di kampanyekan dengan suara knalpot yang memekakan telinga, itu sangat jelas menggangu sesama pengguna jalan, dan yang lebih parah lagi sangat merugikan nenek-nenek yang sedang sakit tersebut. Itulah perumpamaan yang mudah yang perlu kita ingat bersama.

Menjual janji politik dengan sekedar konvoi bersama dijalanan yang sangat jauh dari etika apakah dirasa sangat tepat untuk dilakukan? Apakah dengan merugikan banyak orang terutama perumpaan sendainya menjadi nenek yang sakit tadi, dengan kita berada di jalanan akan memilih mereka pada waktu pemilu nanti? Hal ini patut kita pertimbangkan dalam memilih pilihan nantinya.

Jika konvoi itu berjalan tertib aman dan damai tanpa menggunakan knalpot racing atau knalpot jadi-jadian tentu tidak masalah, tapi yang perlu di garis bawahi adalah penggunaan knalpot yang memekakan telinga sangat tidak layak untuk dilakukan. Pengerahan masa secara masiv mudah untuk dilakukan terutama karena ada faktor pendorongnya, sudah tau apa itu? Masa kampanye kadang dimanfaatkan sejumlah pihak yang freelance untuk mendulang pundi-pundi rupiah. Pundi-pundi itu didapatnya karena mengikuti sejumlah konvoi yang dilakukan oleh sejumlah partai politik, bilang saja itu uang bensin atau yang lainnya.

Banyak anggapan dengan melakukan sejumlah konvoi yang dilakukan oleh para calon legislative berdampak masyarakat kenal dan tahu terhadap sosoknya, mengenal pribadinya. Tentu itu semua sulit diterima oleh akal sehat kita, mengingat yang dilakukannya sangat jauh dari norma yang diharapakan. 

Inilah potret yang tidak asing lagi dilingkungan kita, menjelang pemilu banyak sekali masa yang turun kejalanan hanya sekedar untuk mencari perhatian, mencari dukungan dan lain sebagainya dengan cara-cara yang jauh dari etika. Masa bayaran itu tidak segan-segan untuk bertingkah laku seenaknya sendiri dijalanan guna mencari perhatian. Perlu dicermati mana caleg yang bener-bener caleg, mana caleg kurang meyakinkan dan mana caleg yang perlu kita pilih. Itu semua perlu dipertimbangkan secara matang mengingat para caleg tersebut banyak muka-muka baru yang mencoba meraih peruntungan untuk menduduki kursi empuk DPR dan DPRD.



Ingin bertukar pendapat, silahkan komentar di bawah ini, terimakasih

No comments:

Powered by Blogger.