Golput Ideologi Vs Golput Teknis

Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dimata hukum. kedudukan yang sama juga terjadi pada pegelaran pemilu.baik plkades, pemilukada, pemilu legislatif atau pemilu presiden. Setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam menyerukan pendapatnya, baik itu kaya atau miskin, baik itu turunan konglomerat atau pejabat, baik itu orang yang berpendidikan atau orang yang low educated, semuanya memiliki hak yang sama dalam menentukan pilihan.

Dalam Pemilu Legislatif yang telah berlangsung, masyarakat telah di sajikan dengan hajatan besar untuk memilih calon wakil rakyat yang nantinya akan bersuara menyampaikan aspirasi bagi konstituennya. Hajatan yang sifatnya lima tahun sekali menjadi keistimewaan tersendiri. Ada sebagian orang yang telah memiliki hak pilih karena telah cukup umur, ada juga yang menjadi pemilih pemula. Pemilih pemula yang tersebar di seluruh pelosok negeri jumlahnya lumayan besar, kondisi ini yang dinamakan bonus demografi. Karena proporsi kaum muda jumlahnya sangat banyak dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sehingga indonesia kedepan banyak menghadapi tantangan terutama banyaknya kaum muda akibat ledakan penduduk dan kesempatan memperoleh pekerjaan.

Peristiwa Golput atau golongan putih sering kali terjadi pada peristiwa pemilu, baik itu legislatif maupun eksekutif. Golput menjadi peristiwa yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tentunya hal itu di sebabkan oleh beberapa faktor. Penulis sendiri melihat ada 2 faktor mengapa golput itu terjadi, kedua sebab itu antara lain:

Sebab yang pertama adalah sebab karena pilihan ideologis, maksudnya apa? seorang pemilih tidak menyalurkan suaranya karena menganggap calon yang disajikan tidak sejalan dengan pandangan kita, berbeda secara ideologi dan tidak srek dengan hati. Sehingga memilih untuk tidak memilih menjadi jalan yang dianutnya.

Sebab yang kedua adalah golput karena masalah teknis, golput ini kerap kali terjadi karena kurangnya sosialisasi dari pihak penyelenggara dan terkadang berita yang tersebar justru simpang siur, tidak memberi kepastian. Berita ini kerapkali di share di beberapa media maya dan menimbulkan kebingungan. Pada tahap pelaksanaan pemilu. Seperti contoh yang terjadi pada tahap pemilu legislatif. Banyak temen-temen saya yang sesungguhnya memiliki kemauan kuat dan memiliki semangat untuk memilih calon wakil rakyat justru di bingungkan dengan masalah teknis. Raut kekecewaan yang mendalam tentunya sangat dirasakan oleh beberapa teman saya karena tidak dapat menggunakan hak suaranya, terlebih lagi posisinya sebagai pemilih pemula.

Pemilu Presiden akan dilaksanakan sebentar lagi, kurang lebih dalam hitungan hari. Perdebatan tentang visi dan misi antar kedua calon telah banyak didiskusikan. baik itu dalam forum debat capres dan cawapres, atau debat antar tim sukses. Mana yang tepat untuk menjadi Leader bangsa ini tentunya ditentukan oleh pilihan rakyat. Mudah mudahan kejadian permasalahan golput karena masalah teknis tidak banyak terjadi, karena golput diakibatkan permasalahan teknis jumlahnya masih banyak dan ini menghinggapi kaum perantauan atau mahasiswa.

Tulisan ini di buat ketika penulis sedang sabar mengantri dalam pengurusan pemindahan DPT di KPUD Sleman. Kondisi antrian yang sangat panjang tidak terelakan, suasana sangat sesak dan ramai. KPUD Sleman mendadak ramai bukan karena orang berunjuk rasa, Seperti yang terjadi dan bisa kita saksikan di televisi. Tetapi KPUD Sleman di penuhi orang karena mengurus form A5.

No comments:

Powered by Blogger.