Tantangan Baru di Tahun 2015 : Asean Economic Community


Setelah melewati hingar bingar pergantian malam tahun baru yang terjadi hampir di seluruh kota di Indonesia kecuali Surabaya yang merayakannya dengan suasana sederhana dan duka, bangsa Indonesia dihadapkan dengan Pekerjaan rumah dan tantangan yang berat di tahun 2015. Salah satu tantangan yang sering di perbincangkan baik dari kalangan akademisi, pengusaha, birokrat, mahasiswa dan lain-lain menyangkut kekuatan bangsa Indonesia ketika dihadapkan dengan pasar bebas nantinya. Komunitas ASEAN terutama Asean Economic Community pada tahun ini akan dilaksanankan tentu bukan perkara yang sepele bagi sebagian negara yang tergabung didalamnya, masing-masing berlomba-lomba merencakan kekuatannya masing-masing agar tidak tergerus oleh gempuran produk asing yang notabene sudah bebas biaya masuk.Selain itu, kerjasama-kerjasama di bidang lainpun seperti Bidang sosial dan budaya serta bidang politik dan keamanan menjadi komponen penting selain bidang ekonomi yang telah dijelaskan sebelumnya.

Apa saja fokus yang menjadi inti dari komunitas Asean? secara keseluruhan kita dapat membagi nya menjadi 3 bagian yakni Bidang Politik dan Keamanan, bidang Ekonomi dan bidang Sosial dan Budaya.

1. Bidang Politik dan Keamanan
Asean Agreement on Transboundary Haze Pollution

ASEAN adalah kawasan tropis dimana kebakaran hutan masih rawan terjadi, dan kabut asap adalah ancaman bagi kegiatan di sejumlah negara seperti Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei. Isu ini pun terus berkemabang, dan kemudian lahirlah ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution 2002. Dengan perjanjian ini, maka konsekuensinya semua negara peratifikasi pun memiliki kewajiban untuk mencegah dan mengawasi polusi kabut asap melalui upaya-upaya seperti mengindentifikasi sumber api dan merencanakan early warning system.

ASEAN Plan on Action to Combat Transnational Crime

Asia tenggara merupakan kawasan yang cukup rentan akan kasus kejahatan transnational. Pada ASEAN Ministery Meeting on Transnational Crime pada tahun 1999, ASEAN menyepakati adanya ASEAN Plan of Action to Combat Tranational Crime, Kesepakatan ini menetapkan sejumlah mekanisme dan aktifitas untuk memperluas upaya penanggulangan kejahatan transnational. Dengan adanya kerjasama ini, tentu saja kita tidak perlu terlalu khawatir lagi dengan ancaman kejahatan transnational di dalam kawasan ASEAN. 

ASEAN Convention on Counter-Terrorism

Terorisme adalah salah satu ancaman keamanan kontemporer yang cukup berbahaya. Hal  ini disadari betul oleh ASEAN melalui ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) dan Joint Action to Counter Terrorism pada tahun 2001. 

Aksi tersebut diwujudkan melalui sejumlah upaya. Misalnya, patroli bersama yang dilakukan oleh Indonesia, Singapura, dan Malaysia pada Juli 2004 di selat Malaka untuk mencegah pembajakan kapal. Pada tahun 2007, komitmen ini diperkuat dengan adanya ASEAN Convention on Counter-Terrorism (ACCT) untuk mewujudkan komunitas keamanan regional yang aman bagi masyarakatnya.

2. Bidang Sosial dan Budaya

ASEAN Single Visa

ASEAN Single Visa merupakan kebijakan pemberlakuan satu visa yang berlaku di semua negara ASEAN. Dengan berlakunya ASEAN Single Visa, semua orang yang telah memegang visa salah satu negara anggota ASEAN dapat mengunjungi negara ASEAN lainnya tanpa perlu mengurus visa di negara ASEAN lainnya.

Dengan berlakunya visa tunggal di ASEAN diharapkan dapat meningkatkan jumlah aliran wisatawan yang akan datang ke Indonesia dan negara-negara ASEAN. Setelah visa tunggal berlaku aktif di selutuh negara ASEAN kamu dapat langsung menjelajahi negara-negara ASEAN dengan satu perijinan.

Identitas Bersama ASEAN

Dalam membangun identitas berama ASEAN, sangat dibutuhkan untuk membangun rasa memiliki (sense of belonging) terhadap ASEAN. Setelah berjalannya komunitas ASEAN nanti, budaya-budaya yang ada harus berusaha dilihat sebagai asset bersama untuk mengejar kepentingan bersama.

Dengan terbentuknya  identitas bersama ASEAN, kita dapat lebih menjual pariwisata di Indonesia,terlebih pariwisata yang terkait dengan kebudayaan. Selain itu teknologi  di ASEAN juga dapat berkembang dengan pesat seiring dengan kebebasan masyarakat ASEAN untuk bermobilisasi dan berdiskusi.

3. Bidang Ekonomi

ASEAN Open Sky 2015

ASEAN Open Sky merupakan kebijakan untuk membuka wilayah udara antara sesama anggota negara ASEAN. Kebijakan ini membuat arus penerbangan antarkota di kawasan Asia Tenggara semakin intens. Singkat kata, integrasi penerbangan di wilayah Asia Tenggara semakin terbuka, jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015.

Salah satu hal yang bisa kamu rasakan dari implementasu kebijakan ini pada tahun ini adalah adanya mekanisme ASEAN Pass dari Air Asia, yang menggunakan para pelanggan memesan penerbangan menggunakan kredit yang telah di beli dengan harga tetap (fixed-rate) untuk penerbangan menunju beberapa rute di seluruh negara ASEAN.

Liberalisasi Sektor Jasa ASEAN

Liberalisasi ini memungkinkan tenaga kerja asing dari Indonesia untuk bekerja di negara-negara anggota ASEAN lainnya, khususnya tenaga kerja akuntan, insinyur, dokter gigi, dokterm perawat, akuntan, tenaga pariwisata dan surveyor.

Pemerintah Indonesia melalu Kementrian Perindustrian ternyata kini masih berkutat pada penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKN) yang mengatur standar-standar kompetensi dasar bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia sehingga anda juga bisa mencari pekerjaan ke negara-negara anggota ASEA lainnya.


Sebagai generasi bangsa tentu pergantian tahun baru tidak hanya di habiskan dengan sekedar pesta kembang api dan lain sebagainya yang justru membuat terlena. Generasi muda memiliki peranan penting terutama dalam menghadapi babak baru pasar bebas yakni Asean Economic Community 2015. Generasi muda di tuntut untuk keluar dari zona "nyaman" dan di tuntut untuk menyamakan skillnya dengan kaum muda lainnya yang tersebar di negara-negara ASEAN. Jika ini tidak di manfaatkan dengan baik maka bangsa ini bagaikan "harimau yang tak bertaring" atau ayam yang mati di lumbung padi. 


Ingin Berdiskusi, silahkan isikan opini anda dalam kolom komentar
selamat membaca, semoga bermanfaat.





Referensi : Asean Studi Center FISIPOL UGM

Comments
0 Comments

0 komentar: