UNTUK PEREMPUAN YANG SEDANG DALAM PELUKAN



Indah rasanya menulis sembari ditenami sebuah teh hangat, sembari memutarkan lagu dari Payung Teduh “ Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan”. Jari jemariku sangat lihai mengetik kata demi kata hingga akhirnya menjadi sebuah cerita yang bisa di baca.

Berbicara mengenai hubungan, sangat menarik memang. Hampir tiap diskusi mengenai hubungan missal saja hubungan jarak jauh maupun jarak dekat selalu saja mucul pertanyaan-pertanyaan menarik. Kita selalu mendiskusikannya.

Hakikat perempuan dan laki-laki memang berbeda, dan itu berpengaruh terhadap emosionalnya masing-masing. Nah, sejalan dengan itu, John Gray seorang pembicara yang selama lebih dari 20 tahun aktif menyelenggarakan berbagai seminar tentang menjalin hubungan antara pria-wanita, sangat meyakini bahwa pria dan wanita memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Bila kita tak memahami perbedaan-perbedaan tersebut, maka akan selalu terjadi kesalahpahaman dan kekeliruan. 

Berbicara mengenai wanita, penulis buku Mars and Venus Together Forever dan Mars and Venus in The Bedroom ini, yakni kebutuhan yang mendasar dari seorang wanita ialah ingin diperhatikan, dimengerti, dan dihormati. Wanita juga ingin berbeda dari wanita lain dalam kehidupan prianya. Ia ingin menjadi wanita satu-satunya, pertama, dan spesial bagi lelakinya. Sehingga, ketika hal itu tak didapatkannya, ia mulai merasa tak berharga. Tapi coba kalau ia merasa dirinyalah yang terpenting dalam kehidupan lelakinya, maka dengan mudahnya ia akan memberikan kepercayaan kepada sang lelakinya. 

Selain itu, wanita ingin merasa didengarkan dan dipahami dengan penuh empati kala ia mengungkapkan perasaannya. Semakin terpenuhi kebutuhannya untuk didengarkan dan dimengerti, ia pun akan memberikan pengertian yang dibutuhkan pasangannya.

Begitu juga bila pria mau mempertimbangkan pikiran-pikiran si wanita, maka ia akan memberikan penghargaan yang layak diterima oleh lelakinya. Sebab, ia merasa dihormati pada saat pria menanggapinya dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak, harapan serta kebutuhannya.

Lain halnya dengan kita berbicara mengenai kebutuhan para lelaki, John Gray mengungkapkan bahwa pria sangat membutuhkan penghargaan sebagai imbalan atas usaha dan perbuatannya. "Tanpa adanya cukup penghargaan, lelaki merasa gagal untuk mencapai tujuannya.” Karena pria akan menjadi sangat terluka bila wanita tak mempercayai, menghargai atau menerima motivasi, kemampuan, pikiran, keputusan serta sikapnya.

Dalam kondisi pria tak merasa berharga, bisa jadi ia akan menyerah atau justru melakukan tindakan berlawanan dan dengan keras kepala mengulanginya lagi sampai ia dihargai. Tapi kalau ia merasa dihargai oleh pasangannya, semangatnya akan bangkit.

Kendati kebutuhan seorang pria dan wanita berbeda John Gray mengungkap bahwa ada persamaan dari keduanya. Persamaan itu antara lain kebutuhan akan cinta, perhatian, pengertian, rasa hormat, penghargaan, penerimaan, dan kepercayaan. 

Yang perlu diperhatikan, jangan sampai kita menjadi bersikap berlebihan terhadap kebutuhan-kebutuhan tersebut. Seperti dikatakan Dra. Henny Eunike Wirawan, M. Hum, "Kalau kita memiliki 7 kebutuhan tersebut dengan berlebihan, tentunya tak baik juga, kan." Dikhawatirkan nantinya bisa menjadi posesif, sehingga kita jadi tak bebas bergerak. "Kalau kita terlalu diperhatikan, misalnya, itu, kan, bisa membuat kita ngeri. Sedikit-sedikit diperhatikan, buntutnya jadi enggak bebas juga." (http://tabloidnova.com/)



Penjelasan diatas hanyalah sebuah pengantar bagaimana kita sebagai insan berdua memiliki kebutuhan yang berbeda, namun dapat di persatukan menjadi sebuah kebutuhan bersama. Proses saling memahami tidak saja berjalan dalam waktu yang singkat, tapi sebuah proses yang dijalankan beriringan hingga kini.








No comments:

Powered by Blogger.